Fakta Mengenai Sertifikat Tanah Gratis Jokowi

Fakta Mengenai Sertifikat Tanah Gratis Jokowi

Bagi Anda warga Jakarta pasti sudah tidak asing dengan program Jokowi mengenai sertifikat tanah gratis bukan? Ya, pembagian sertifikat tanah secara gratis tersebut sebagai bentuk program Joko Widodo untuk menyisir seluruh wilayah di Indonesia yang terdata melalui sertifikasi secara menyeluruh. Program sertifikasi tanah ini masuk dalam proker Jokowi yaitu Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau disingkat dengan PTSL. Nah, tahukah Anda, ternyata program ini memiliki banyak fakta menarik yang belum diketahui banyak orang lho! Apa saja kira-kira fakta tersebut? Yuk simak ulasan berikut ini!

Mempermudah Pengurusan Sertifikat Tanah

Memang, bukan rahasia lagi jika pengurusan sertifikat tanah yang sudah dihuni bertahun-tahun membutuhkan proses yang sulit. Tak hanya itu, biaya untuk pembuatannya juga mahal sehingga kurang dijangkau oleh masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Masalah ini pun dicium sebagai sebuah PR yang harus diselesaikan oleh Jokowi, salah satunya dengan pembuatan program sertifikat tanah gratis.

Adanya sistem sertifikat tanah yang gratis ini memberikan kemudahan bagi masyarakat. Sistem yang mulanya rumit dan hanya menunggu inisiatif dari satu belah pihak yaitu masyarakat saja, kini bisa diakomodasi dari mekanisme jemput bola. Mekanisme ini dipertanggungjawabkan oleh Tim Satgas Badan Pertahanan Nasional atau BPN yang berpusat di tiap kantor kelurahan. Nantinya, tim sat gas ini akan bekerja sama dengan kelurahan demi mendata wilayah mana yang belum disertifikasi.

Proses Pengurusan Sertifikat yang “Gratis”

Bagi masyarakat yang hendak mengurus tanah yang ditempatinya supaya bersertifikat, kini ada program dari pemerintah Jokowi yang akan memberikan sertifikat tanah gratis. Selain kemudahan proses pengurusan melalui mekanisme jemput bola, masyarakat juga tidak dibebani oleh biaya alias gratis. Hal ini karena seluruh pembiayaan administrasi BPN mulai dari biaya pengukuran, biaya administrasi pendaftaran, sampai biaya panitia pemeriksa tanah di seluruh wilayah Indonesia ditanggung oleh APBN. Wah, pasti banyak masyarakat yang tergiur bukan? Ketahuilah, langkah ini sebagai cara demi mengejar target tahun 2024, ada 126 juta bidang tanah di Indonesia telah bersertifikat.

Pembagian Sertifikat Tanah Gratis oleh Jokowi

Pada tanggal 26 Januari 2019 lalu, tepat hari Sabut, di Lapangan Sepak Bola Arcici, Cempaka Putih, Jakarta, Jokowi membagikan 3.000 sertifikat tanah terhadap warga DKI Jakarta. Terlihat, ada banyak masyarakat yang hadir untuk menerima sertifikat tersebut.

Program Sertifikat Tanah Jokowi Tidak 100% Gratis

Masalahnya, apakah program sertifikat gratis bidang tanah Jokowi tersebut benar-benar gratis? Sayangnya, jawabannya adalah tidak. Tentu, hal tersebut tidak sesuai dengan pernyataan yang diungkapkan oleh Jokowi. Berikut ini adalah beberapa contoh kasus warga yang mengaku harus membayar biaya tertentu untuk mendapatkan sertifikat tanah tersebut.

Adalah Anna, seorang warna dari Duri Pulo yang telah mendapatkan selembar sertifikat. Ia mengaku sangat lega setelah mendapatkan tanah warisannya dengan legal secara hukum. Namun, pernyataan mengejutkan datang dari Anna. Ia mengaku bahwa dirinya harus mengeluarkan sejumlah uang untuk mendapatkan hak sertifikat tanah tersebut. Saat itu, datang orang yang meminta uang sebesar 500 ribu rupiah untuk keperluan uang transportasi. Padahal, seharusnya sudah ditanggung oleh APBN. Anna memiliki lahan tanah yang telah dibangun rumah sejak 35 tahun yang lalu. Tanah tersebut merupakan warisan dari kakek nenek sejak Anna belum lahir. Adanya program sertifikat tanah gratis memang kabar gembira baginya karena memang pengurusannya tidak mudah dan mahal. Jadi, Anna tidak terlalu mengambil pusing soal biaya 500 ribu rupiah tersebut sebagai administrasi.

Nah, itulah fakta mengenai program sertifikat tanah yang gratis dari Jokowi. Apakah Anda salah satu yang memanfaatkannya?