asal usul tari kecak bali

Mengenal Sejarah dan Asal Usul Tari kecak Bali

Mungkin anda sudah tidak asing lagi dengan tarian Kecak Bali, jika berkunjung ke Bali. Namun masih banyak orang yang belum mengetahui bagaimana sejarah mengenai tarian khas Bali yang satu ini. Anda juga dapat mempelajari lebih jauh, mengenai makna mendalam yang dimiliki oleh tarian yang satu ini. Bahkan bukan hanya menampilkan sisi keindahannya, melainkan juga tarian ini memiliki nilai yang cukup religious. Tidak heran jika tarian ini memiliki arti tersendiri terutama bagi masyarakat Bali sendiri. Berikut ini adalah sejarah dan juga asal-usul mengenai Tari kecak Bali.

Tarian Sakral

Tarian ini juga sering disebut sebagai tari api. Dalam hal ini, tarian ini adalah tarian yang di lakukan untuk sebuah pertunjukan hiburan yang di lakukan secara masal. Tarian ini juga menggambarkan sebuah seni peran, namun tidak diiringi oleh alat music apapun atau bahkan gamelan. Namun hanya diiringi dengan paduan suara yang berkelompok.

Penarinya pun memiliki jumlah yang banyak, yaitu sekitar 70 orang dan merupakan penari laki-laki. Nantinya penari tersebut, akan berbaris secara melingkar dan juga menggunakan kain penutup khas dengan corak kotak-kotak catur. Tentunya tarian ini sangat sacral, bahkan penarinya juga tidak jarang terbakar api namun memiliki kekebalan sehingga tidak memiliki luka apapun.

Selain disebut dengan tari api, tarian ini juga disebut dengan tari sanghyang. Nantinya juga tarian ini akan di pertunjukan sewaktu-waktu, dan biasanya penari akan dimasuki oleh roh untuk ikut berkomunikasi dengan para dewa atau para leluhur yang disucikan. Biasanya penari tersebut memang sengaja akan dijadikan media, untuk melakukan tindakan yang di luar dugaan.

Asal Mula Nama Kecak

Asal mula namak kecak pada Tari kecak Bali, berasal dari Wayan Limbak. Limbak sendiri mulai untuk mempopulerkan tarian khas ini, di tahun 1930 ke mancanegara dengan bantuan Walter Spies. Nantinya para penari akan meneriakan kata “cak” “cak” “cak” berulang kali, dan dari sinilah tarian ini mulai dikenal dengan nama tari kecak.

Iringan tarian selain dari terikana penari yang meneriakan kata cak, dalam hal ini iringan tarian ini berasal dari suara kincringan. Kincringan ini berasal dari seluruh kaki penari yang melakukan tarian kecak Bali.

Fungsi dan Pesan Moral

  1. Nilai Seni yang Tinggi

Walaupun tidak memiliki iringan music apapun, namun Tari kecak Bali ini memiliki keindahannya tersendiri. Bahkan dalam hal ini, tarian yang di gerakan oleh para penari selalu seirama dan membuat tarian ini menjadi tarian yang memiliki seni yang tinggi. Bahkan tarian yang satu ini merupakan daftar wajib, jika anda berkunjung ke Bali.

  1. Belajar dalam Mengandalkan Kekuatan Tuhan

Nantinya dalam tarian kecak, akan ada salah satu adegan dimana Rama akan meminta pertolongan pada Dewata. Hal ini juga yang membuktikan, bahwa Rama selalu mempercayai apa yang dimiliki Tuhan untuk menolong dirinya. Bahkan Tari kecak Bali ini, juga merupakan salah satu ritual yang di lakukan, untuk dapat memanggil dewi yang dapat mengusir berbagai penyakit dan melindungi warganya dari segala kekuatan jahat yang ada.

  1. Memiliki Pesan Moral

Bahkan bukan hanya merupakan sebuah tarian, namun dalam ini tari Kecak juga memiliki cerita yang mendalam dan juga dengan maksud untuk dapat menyampaikan sebuah moral. Pada tarian ini, kita juga selalu diajarkan untuk dapat tidak serakah dan tidak mengambil hak yang dimiliki oleh orang lain.